Kamis, 18 Oktober 2012


BAB III
PENUTUP
Seperti yang telah dikemukakan dalam Bab Pendahuluan, sistematika penulisan artikel Jurnal yang dipaparkan dalam pedoman ini adalah berlaku umum pada hampir semua Jurnal. Kalau ada perbedaan, itu hanya terkait dengan gaya selingkung yang ada pada masing-masing bidang ilmu. Untuk itu, bagi mereka yang sudah pernah menulis artikel jurnal yang terkait denga tesis dan disertasi tidak akan menemukan kesulitan lagi saat menulis artikel ke dua dan seterusnya. Dengan demikian, kepada para pemula, hanya dibutuhkan kesabaran sedikit untuk taat pada aturan yang telah diberikan oleh pihak Jurnal. Mahasiswa sudah dapat memulai menulis artikel jurnal walaupun tesis dan disertasi belum selesai. Pada saat awal analisis sudah terlihat salah satu informasi menarik atau sudah ada satu jawaban yang diperoleh maka sudah bisa ditulis satu artikel untuk itu. Umumnya, dalam satu penelitian yang besar, data dasar atau baseline data sudah dapat dianalisis dan dapat memberikan informasi yang penting kepada para peneliti lainnya. Bisa juga, dalam analisis data yang besar, satu pertanyaan sudah dapat diperoleh hasilnya dan jawaban tersebut sudah layak untuk dijadikan satu artikel jurnal.


Bahan dan Metode
Bagian ini merupakan bagian ke dua dari Teks. Bagian ini umumnya terdiri dari beberapa bagian tergantung dari besar kecilnya informasi yang akan diberikan. Pada penelitian besar dengan desain yang agak kompleks, biasanya bagian ini agak panjang mengingat banyak hal yang perlu dijelaskan khususnya bagaimana penelitian dilakukan di lapangan termasuk berbagai metode pengukuran yang digunakan. Pada penelitian kecil dengan desain yang sederhana biasanya hanya beberapa paragraf saja. Umumnya, bagian ini terdiri dari beberapa bagian seperti: 1) lokasi penelitian, 2) Populasi dan sampel, 3) Pengumpulan data, dan 4) Analisis data. Bagian-bagian lainnya bias ditambahkan sesuai dengan keperluan.

Lokasi Penelitian
Berisikan tentang kondisi lokasi penelitian yang digunakan termasuk mengapa lokasi ini dipilih dan bagaimana caranya dipilih (bila dilakukan seperti itu). Sangat perlu memberikan sedikit gambaran atau kondisi spesifik dari lokasi ini sehubungan dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan. Misalnya, lokasi penelitian tersebut adalah daerah kumuh dengan jumlah keluarga miskin yang ada di dalamnya sekitar 60%. Karakteristik masyarakat secara umum perlu juga dikemukakan sehingga bisa membedakan dengan lokasi lainnya. Dengan informasi ini pembaca bisa memahami apabila hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang sama di tempat lain. Pembaca juga bisa melihat apakah hasil penelitian yang dilakukan pada lokasi seperti ini dapat digeneralisir pada tempat yang lain.

Populasi dan Sampel
Berisikan tentang siapa populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Perlu dikemukakan mengapa Anda memilih sampel seperti itu. Bila Anda menggunakan kriteria sampel maka harus dikemukakan dengan jelas. Bagaimana sampel dipilih. Penulisan metode pengambilan sampel tidak cukup hanya dengan mencantumkan, misalnya “metode random sederhana” atau “metode sistematik random”. Perlu dilengkapi dengan cara kita melakukan random tersebut, apakah pakai tabel random atau melalui undian. Perlu selalu diingat dalam penulisan metode ini bahwa setiap orang yang membaca apa yang telah kita lakukan akan dapat mengulangi lagi metode tersebut persis sama dengan apa yang telah kita lakukan. Hal ini penting agar pembaca dapat melakukan perbandingan hasil dari dua atau lebih penelitian yang sejenis karena metode yang digunakan sama. Umumnya penelitian kualitatif tidak menggunakan metode random. Keterwakilan populasi pada penelitian kualitatif adalah keterwakilan informasi yang diperoleh sehingga seorang peneliti kualitatif akan memilih sampel (informan) sehingga seluruh informasi yang diharapkan dapat diperoleh.

Pengumpulan data
Pada bagian ini ditampilkan variabel-variabel yang diukur dan metode pengukurannya. Metode yang dipaparkan diusahakan sejelas mungkin sekaligus referensi yang digunakan. Juga, siapa yang melakukan pengumpulan data, apakah dilatih, bagaimana proses pelatihannya, harus dicantumkan. Proses pemilihan petugas juga harus dikemukakan agar terlihat bahwa pengumpulan data dilakukan dengan metode yang benar dengan petugas yang tepat. Hal ini perlu dilakukan supaya bila ada yang ingin melanjutkan penelitian ini atau menggunakan variabel yang sama dapat mengambil dasar dari penelitian ini. Disamping itu, bila hasil penelitian ini ingin dibandingkan dengan penelitian lainnya maka pembaca dapat melihat apakah metode yang digunakan sama atau tidak. Juga, pembaca akan tahu bahwa pengumpulan data telah dilakukan dengan baik sehingga data yang dikumpulkan dapat dijamin tepat (akurat) dan dapat dipercaya (reliable). Hal yang sama juga harus terlihat pada penelitian kualitatif, walaupun proses pengambilan datanya tidak menggunakan alat ukur yang spesifik. Penulisan prosedur pengambilan data kualitatif dapat dilihat pada contoh penelitian kualitatif yang ditampilkan dalam buku ini.

Analisis data
Pada bagian ini harus dijelaskan bagaimana data yang telah dikumpulkan di lapangan dianalisis. Program statistik apa yang digunakan. Pusatkan pada uji statistik yang paling utama digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Tidak cukup dalam bagian ini kita hanya mengatakan nama-nama uji statistik yang digunakan. Namun, harus juga dikemukakan variable yang digunakan pada uji tersebut. Misalnya ditulis “Data dianalisis dengan menggunakan Student t-test dan Chi-square”. Bedakan dengan penulisan seperti berikut “Perbedaan status gizi di antara kedua group akan dianalisis dengan menggunakan Student t-test”. Contoh yang terakhir ini yang dianjurkan. Prosedur analisis data untuk penelitian kualitatif juga harus dilakukan secara rinci. Tidak cukup hanya menyebut cara atau metode analisis datanya, misalnya analisis tematik (thematic analyses) atau analisis narasi (narrative analyses). Harus dijelaskan secara rinci bagaimana analisis tematik itu diterapkan. Ada sejumlah software seperti ATLS-Ti yang bisa membantu mengorganisasikan data kualitatif.

Hasil Penelitian
Bagian ini merupakan unsur yang penting dalam tulisan jurnal. Pada bagian ini diungkapkan hasil-hasil penelitian yang telah diperoleh secara bertutur. Tidak ada komentar sedikitpun dari peneliti setiap apa yang disajikan. Komentar peneliti baru dapat diberikan di bagian Pembahasan. Penyajian hasil penelitian dapat dilakukan dalam 3 bentuk yaitu narasi, tabel, atau gambar. Dalam penyajiannya harus dimulai dengan narasi dulu, kemudian diikuti dengan tabel atau gambar untuk memperjelas apa yang dikemukakan dalam narasi. Dengan demikian, tidak bisa ada tabel atau gambar yang tidak ada keterangannya dalam narasi. Penjelasan tabel atau gambar dalam narasi tidak boleh terlalu detail atau panjang. Cukup memberikan keterangan singkat tentang isi dari tabel atau gambar. Dengan demikian tidak ada pengulangan informasi dari tabel atau gambar dalam narasi. Juga, hindari pengulangan informasi data yang sama pada tabel dan gambar sekaligus. Bila data lebih menarik ditampilkan dalam gambar maka hindari pemunculannya dalam tabel. Penulisan tabel dalam tulisan jurnal harus dibuat secara komprehensif. Semua variabel dengan karakteristik yang sama perlu disatukan dalam satu tabel. Demikian juga dengan gambar, variabel dengan karakteristik yang sama juga bisa dimuat dalam satu gambar. Usahakan jumlah tabel dan gambar tidak melebihi 5 buah. Untuk memperkecil jumlah tabel, dalam satu tabel dapat dimuat beberapa variable sekaligus seperti yang disampaikan di atas. Misalnya saja variable karakteristik responden yang terdiri dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, suku, dan agama dalam satu tabel. Harus diperhatikan juga bahwa setiap tabel atau gambar harus dapat menjelaskan dirinya sendiri. Jenis satuan, jumlah sampel, apakah berhubungan (nilai p) harus bisa terlihat pada tabel tersebut. Tabel atau gambar yang dibuat untuk tulisan jurnal harus diletakkan pada bagian belakang dari munuskrip yang kita siapkan atau setelah daftar pustaka. Setiap satu table atau gambar dimuat dalam satu halaman dan tetap dibuat dalam 2 spasi. Untuk gambar, judulnya umumnya diminta ditulis dengan pinsil di bagian belakang, ini untuk menjaga agar tidak terjadi kesalahan pemuatan nantinya. Peletakkan tabel atau gambar ke dalam teks akan menjadi tugas Redaksi Pelaksana yang nantinya akan menggambungkannya pada saat meletakkannya di dalam jurnal. Untuk artikel penelitian kualitatif hasil analisis data harus disajikan secara runtut (koheren) sehingga pembaca bisa dengan mudah memahaminya. Dari analisa tematik ataupun analisa narasi biasanya lahir sejumlah tema yang kemudian diorganisasikan atau dikategorisasikan. Hasil pengorganisasian tema yang bisanya menjadi sub-sub judul dalam penyajian hasil penelitian. Sub-sub judul ini sangat membantu penulis untuk menyajikan hasil penelitiannya secara jernih dan memudahkan pembaca mengikutinya.

Pembahasan
Bagian ini adalah bagian yang tidak kalah pentingnya dari bagian sebelumnya. Kadang-kadang bagian ini dijadikan satu dengan Hasil Penelitain, namun ini umumnya dilakukan apabila peneliti ingin menyatukan hasil berupa data dan pembahasan sekaligus atau Jurnal menghendaki seperti itu. Penelitian kualitatif seringkali menggambungkan kedua hal ini. Cara apapun yang dipilih oleh penulis tidak dipersoalkan, yang paling pentingapakah dengan cara yang dipilih itu (menyatukan atau memisahkan) pembaca lebih mudahmengikutinya atau tidak. Pada bagian ini, yang paling utama ditonjolkan adalah membahas hasil utama yang diperoleh dan membandingkan dengan hasil-hasil atau apa yang dipahami sebelumnya. Bisa saja banyak hasil yang diperoleh namun tentu hanya dipilih hasil-hasil utama saja. Harus dikomentari apakah hasil yang diperoleh tersebut sudah selayaknya seperti itu atau masih banyak faktor lainnya yang mungkin memberi pengaruh namun tidak sempat dikontrol dalam penelitian. Pembahasan dilakukan juga dengan memperlihatkan mengapa terlihat hubungan tersebut. Apakah secara fisiologis, hubungan itu bisa dijelaskan? Kalau itu sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman selama ini harus pula ada penjelasan mengapa penelitian ini tidak sama dengan apa yang dipahami. Berbagai keterbatasan perlu dikemukakan termasuk kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena desain penelitian atau karena keterbatasan di lapangan. Ini mutlak dikemukakan pada penelitian analitik di mana hasil analisis statistik tidak memperlihatkan hubungan yang bermakna dari variabel utama yang diteliti. Ini berarti, ada factor pengganggu yang tidak dikontrol atau ada kekurangan dalam hal jumlah sampel atau kelemahan dalam alat ukur yang digunakan. Semua ini harus ditelusuri dan dikemukakan dengan baik.

Pada paragraph terakhir di bagian ini biasanya kita temukan kalimat yang berhubungan dengan kesimpulan dan saran. Kalimat ini kadang dibuat tidak secara eksplisit namun memberikan informasi kepada pembaca apa kesimpulan yang ditarik oleh tim peneliti terhadap penelitian yang telah dilakukan. Ini tentu merujuk pada hasil dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya. Saran dikemukakan juga dalam bentuk yang sangat singkat. Biasanya semuanya dalam bentuk satu paragraph. Namun demikian, pada beberapa jurnal imiah, Bagian ini disendirikan. Pada keadaan demikian, kita bias memberikan kesimpulan dan saran dalam beberapa kalimat.

Kesimpulan dan Saran
Bagian ini adalah bagian yang kadang ditampilkan dalam teks dan kadang pula dicantumkan secara tidak langsung pada bagian akhir dari Pembahasan. Patut diingat, bahwa yang disampaikan dalam bagian ini adalah kesimpulan yang diputuskan oleh peneliti setelah melihat hasil yang diperoleh dan pembahasan yang mempertimbangkan semua aspek yang terkait dengan apa yang ada dalam penelitian tersebut. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian yang dinyatakan dalam sub-bab Pendahuluan. Saran mengikuti kesimpulan yang umumnya mengemukakan rekomondasi kepada pihak pengambil kebijakan dalam menanggulangi masalah yang diteliti serta saran untuk penelitian berikutnya. Kesimpulan dan saran disusun dalam beberapa kalimat dan umumnya hanya satu paragraf.

Ucapan Terima kasih
Penelitian yang besar umumnya tidak hanya melibatkan satu dua orang saja. Dari pihak pemberi dana, administrasi, teman-teman sejawat yang memberikan andil yang cukup berarti terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian, semuanya perlu dikemukakan dan diberi ucapan terima kasih. Mereka yang memberi kontribusi yang cukup signifikan dapat dicantumkan sebagai co-author apabila memungkinkan dan mereka menyetujuinya. Bila tidak, mereka cukup menerima ucapan terima kasih dari penulis.

2.4. Daftar Pustaka
Bagian ini adalah bagian yang juga penting dalam suatu publikasi. Ini akan memberitahu pembaca daftar rujukan yang kita gunakan dalam menulis artikel tersebut. Secara umum ada tiga  sistem penulisan Daftar Pustaka yaitu APA system, Vancouver dan Harvard, dan telah disepakati bahwa untuk Jurnal Sarjana menggunakan APA system atau Vancouver dan Pascasarjana menggunakan sistem Harvard. Pada sistem ini, nama penulis yang dirujuk dalam teks diambil dari nama akhir penulis dan diikuti dengan tahun publikasi (Contoh: Hadju,2009). Bila penulis lebih dari satu orang maka yang ditulis dalam teks hanya nama akhir dari penulis pertama dan diikuti dengan “dkk.” (Contoh: Sudirman dkk., 2010). Perhatikan, bahwa setelah dkk ada titik dan diikuti dengan koma). Lebih detail dapat dilihat dalam contoh artikel yang dilampirkan. Urutan dalam Daftar Pustaka disusun berdasarkan abjad. Semua nama penulis dicantumkan dalam Daftar Pustaka kecuali penulis yang lebih dari 6 orang digunakan “dkk.” Apabila seorang penulis pertama dikutif karyanya lebih dari satu buah maka diurutkan berdasarkan tahun publikasinya. Apabila penulis yang sama dikutip karyanya yang terbit pada tahun yang sama maka dibuat kode huruf ‘a’ untuk urutan pertama dan ‘b’ untuk berikutnya, dan seterusnya (contoh: Rasyid, 2011a dan Rasyid, 2001b).

Secara detail cara penulisan pustaka baik pada teks maupun urutannya dalam Daftar Pustaka
dapat dilihat pada Lampiran 1. Perlu diingat bahwa hanya pustaka yang dirujuk yang terlihat pada Daftar Pustaka. Sebaliknya, semua rujukan yang terdapat pada teks harus dapat dilihat dalam Daftar Pustaka. Untuk itu, penulis diminta untuk mengecek berulang kali agar tidak terjadi
kesalahan.

PEDOMAN DAN CONTOH PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


PEDOMAN DAN CONTOH PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Oleh: Rocky Zahari
PROGRAM PASCASARJANAbybybb
UNIVERSITAS HASANUDDIN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Pendahuluan
Artikel ilmiah adalah bentuk tulisan yang umum digunakan oleh para peneliti atau ilmuwan dalam mengkomunikasikan hasil penelitian kepada pihak lain khususnya kepada pengambil kebijakan. Salah satu bentuk artikel ilmiah yang dianggap paling tinggi nilainya dan mudah dijangkau adalah artikel yang dipublikasi dalam jurnal ilmiah atau sering disebut artikel jurnal. Mengapa paling tinggi nilainya? Oleh karena tulisan yang dipublikasi dalam jurnal pada umumnya sudah melalui seleksi dan proses peer-review yang dapat dipercaya. Disamping itu, umumnya artikel yang dipublikasi dalam Jurnal Ilmiah dapat diakses dengan mudah. Itulah sebabnya aktifitas penulisan artikel jurnal sangat dianjurkan kepada setiap peneliti. Artikel ilmih yang ditulis dalam suatu Jurnal Ilmiah sangat berbeda dengan artikel ilmiah yang ditulis pada suatu majalah populer atau surat kabar. Pada umumnya, yang seperti ini disebut dengan artikel ilmih populer. Artikel ilmiah yang ditulis untuk suatu Jurnal Ilmiah mempunyai kaidah-kaidah khusus yang harus diikuti oleh peneliti. Kaidah-kaidah tersebut sudah terstandarisasi pada setiap kelompok bidang ilmu. Misalnya untuk bidang kesehatan masuk pada kelompok “biomedical” sehingga hampir semua jurnal dalam bidang kesehatan mempunyai kaidah yang sama (gaya selingkung). Seorang peneliti yang ingin mengirim tulisannya, harus mengikuti kaidahkaidah tersebut yang biasanya terlihat pada Petunjuk Bagi Penulis (Guidance for Authors), yang ada di setiap jurnal. Pedoman yang dibuat ini disusun mengikuti petunjuk umum yang telah ada. Di samping itu, jurnal ilmiah bidang ilmu pengetahuan tertentu seperti ilmu-ilmu kesehatan,ilmu-ilmu sosial dan politik, ekonomi, hukum, dan pertanian (khususnya aspek-aspek social ekonomi pertanian) biasanya memuat artikel-artikel penelitian kuantitatif maupun kualitatif (termasuk artikel-artikel penelitian yang memakai metode campuran atau mixed methods kuantitatif-kualitatif). Di bidang ilmu-ilmu kesehatan misalnya, meskipun sebagian besar artikel penelitian yang di banyak jurnal merupakan penelitian-penelitian kuantitatif, namun semakin banyak pula artikel penelitian kualitatif yang dipublikasikan. Masalahnya bukanlah pada metode yang dipakai tetapi lebih pada kualitas, keruntutan (koherensi) dan sumbangsih artikel itu bagi bidangnya. Sebagaimana telah dipahami, metode ditentukan oleh tujuan dan pertanyaan penelitian. Setiap metode ataupun pendekatan memiliki kelebihan-kelebihan dan keterbatasan-keterbatasannya masing-masing. Bila metode atau pendekatan kuantitatif berguna untuk melihat besaran (magnitude) sebuah masalah, metode atau pendekatan kualitatif bermanfaat untuk menelisik sebab-sebab mendasar permasalahan sosial-ekonomi, budaya dan politik.

1.2. Struktur Jurnal Ilmiah
Artikel jurnal ilmiah adalah salah satu bahan bacaan yang banyak dicari mahasiswa saat ini. Hanya saja, kadang bentuk fisik Jurnal yang memuat artikel jarang diperoleh karena umumnya artikel langsung diperoleh dari dunia maya. Berlangganan jurnal yang dicetak tentu sangat mahal untuk sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia. Itulah sebabnya, kadang mahasiswa tidak pernah melihat secara fisik atau memegang Jurnal tapi hanya melihat gambar kulit mukanya lewat alamat website yang memuatnya. Secara ringkas, sebuah Jurnal Ilmiah memiliki beberapa bagian yang penting diketahui. Umumnya sebuah Jurnal memiliki nama jurnal, nama organisasi penerbit, nama penanggung jawab, nama Dewan Editor, nama Redaksi Pelaksana, dan nama Mitra Bestari atau sering disebut reviewer. Tentu setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan jurnal mempunyai tugasnya masing-masing. Nama organisasi yang mengeluarkan jurnal tersebut bisa berasal dari suatu institusi pendidikan, institusi penelitian, dan bisa juga organisasi profesi. Yang terakhir ini banyak bermunculan saat ini seiring dengan kebutuhan akan peningkatan kualitas anggota dari setiap organisasi profesi. Umumnya setiap jurnal mempunyai visi dan misi serta sasaran pembacanya. Jenis artikel yang dimuat dalam Jurnal biasanya ditentukan sesuai dengan target pembacanya. Tugas para Dewan Editor ini menyeleksi artikel yang masuk dan disesuaikan dengan visi misi jurnal. Frekuensi penerbitan jurnal dalam setiap tahun juga berbeda-beda dari setiap jurnal. Ada yang terbit setiap bulan, ada yang setiap 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan, dan 6 bulan. Kadang ada juga yang terbit di luar frekuensi yang telah ditetapkan yang sering disebut dengan edisi Suplemen. Yang paling penting dalam setiap jurnal adalah “Petunjuk Bagi Penulis” yang biasanya diletakkan dalam kulit halaman bagian dalam atau di bagian terakhir suatu jurnal. Umumnya bagian ini ada pada setiap terbitan namuan kadang hanya pada awal tahun terbitan. Bagian ini menjadi sangat penting karena nantinya akan digunakan oleh penulis untuk menjadi format yang harus diikuti. Walaupun setiap Jurnal mempunyai “Petunjuk Bagi Penulis” yang berbeda-beda, namun pada dasarnya memiliki format umum sama.

1.3. Persiapan Penulisan Artikel Jurnal
Menulis artikel jurnal agak berbeda dengan menulis laporan penelitian, tesis, atau disertasi. Artikel jurnal umumnya mempunyai format yang konvensional yang dikenal dengan AIMRaD (Abstract, Introduction, Material and Methods, Results, and Discussion) yang dapat diindonesiakan menjadi Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil, dan Pembahasan. Format penulisan artikel ini juga sedikit bervariasi berdasarkan rumpun ilmu namun secara umum tetap mengacu kepada lima hal ini. Masing-masing bagian ini mempunyai karakteristik yang berbeda yang akan dijelaskan secara rinci pada Bab berikutnya. Untuk menyiapkan penulisan artikel, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan waktu yang cukup untuk melihat-lihat artikel jurnal yang ada dalam rumpun ilmu Anda. Semakin dekat Anda dengan tulisan artikel jurnal dalam rumpun ilmu Anda, semakin mudah bagi Anda untuk menulis artikel dari hasil penelitian Anda.
2. Pelajari format artikel jurnal yang diberikan dalam pedoman ini. Bagi mereka yang baru pertama kali menulis artikel jurnal, dapat berlatih dengan menggunakan format yang ada dalam pedoman ini sambil melihat contoh artikel jurnal yang sudah pernah diterbitkan. Akan lebih baik lagi kalau Anda mengambil contoh artikel yang mirip dengan penelitian Anda.
3. Pada tahap awal, sebaiknya Anda sudah mengetahui apa pertanyaan utama yang dipilih untuk ditampilkan dalam artikel yang akan ditulis. Bisa saja, tesis atau disertasi Anda mempunyai beberapa pertanyaan utama dan Anda hanya ingin mengangkat salah satu dari itu. Artikel jurnal yang baik hanya membahas satu pertanyaan utama. Jadi, tesis atau disertasi Anda bisa ditulis ke dalam beberapa artikel Jurnal.
4. Untuk memudahkan, pada tahap ini sebaiknya Anda fokus untuk membuat arrtikel yang akan dikirim ke Pascasarjana. Artikel yang dikirim ke Pascasarjana akan diterbitkan oleh Pasacasarjana dalam betuk E-journal dan beberapa yang terpilih akan diterbitkan dalam Jurnal Pascasarjana yang terdiri dari beberapa Seri. Apabila Anda berniat mengirim artikel ke Jurnal tertentu, Anda dapat menyerahkan ke Pascasarjana Unhas artikel yang telah dipublikasi oleh jurnal tersebut sebagai persyaratan kelulusan Anda.
5. Menghasilkan karya artikel yang baik memerlukan usaha yang sungguh-sungguh dan waktu yang tidak sedikit. Di samping itu, bantuan dari pembimbing dan bisa juga teman Anda sangat diperlukan agar kualitas tulisan Anda menjadi lebih baik saat diserahkan ke Pascasarjana.
6. Gunakan checklist yang diberikan dalam buku Pedoman ini untuk mengevaluasi apakah artikel yang telah dibuat sudah memenuhi kriteria yang diharapkan. Dapat juga meminta teman Anda untuk membantu Anda menilai apakah artikel Anda sudah sesuai dengan yang diharapkan.


1.4. Bagaimana Menggunakan Pedoman ini
Pedoman ini berlaku umum walaupun tetap ada perbedaan pada setiap rumpun ilmu. Untuk memudahkan penggunaan Pedoman ini maka beberapa hal dikemukakan sebagai berikut:
1. Pedoman ini didasarkan atas 2 metode penelitian yaitu kuantitatif dan kualitatif. Dua kategori ini dianggap mewakili semua bidang keilmuan yang ada walaupun variasi antar rumpun ilmu tetap ada. Untuk itu setiap rumpun ilmu dapat menyesuaikan dengan apa yang umum digunakan di bidang ilmunya.
2. Apabila ada yang spesifik dari masing-masing metode penelitian di atas, misalnya untuk penelitian kualitatif, diberikan keterangan pada bagian akhir dari sub-bab.
3. Sistematika penulisan artikel yang disampaikan dalam Pedoman ini adalah apa yang harus ditulis oleh seorang peneliti untuk dikirim ke Pengelola Jurnal atau apa yang disebut dengan Manuskrip. Dari manuskrip yang dikirim ke Pengelola suatu jurnal seterusnya akan diubah oleh Tim Redaksi ke dalam bentuk artikel Jurnal yang sesungguhnya. Untuk itu, harus dibedakan penulisan Manuskrip dengan bentuk tulisan yang biasa dilihat dalam publikasi jurnal ilmiah.
4. Dalam Pedoman ini dilampirkan format penulisan Manuskrip yang bisa digunakan sebagai contoh dan sekaligus latihan. Bentuk format ini mengacu pada bentuk format yang umum dan mengambil contoh penelitian kuantitatif bidang ilmu Biomedik sehingga bisa saja ada perbedaan dengan rumpun ilmu yang lain. Untuk itu, Anda dapat menyesuaikan dengan yang ada pada rumpun ilmunya.
5. Rencanakan penulisan artikel jurnal ini sejak awal menganalisis data, bahkan sejak awal menyusun proposal. Sebaiknya, setelah ujian proposal, Anda sudah mengetahui berapa banyak artikel yang nantinya bisa dihasilkan dari penelitian untuk tesis atau disertasi Anda.
6. Gunakan Pedoman ini secara kritis, karena bisa saja ada hal yang harus Anda sesuaikan dengan rumpun ilmu Anda. Sangat dianjurkan Anda telah terbiasa melihat beberapa nama Jurnal dalam rumpun ilmu Anda sebelum memulai penulisan artikel ilmiah ini.

BAB II
SISTEMATIKA TULISAN ARTIKEL
Seperti yang telah dikemukakan di atas, menulis artikel jurnal berbeda dengan menulis artikel ilmiah lainnya. Pada umumnya, artikel jurnal mengikuti standar yang internasional yang dikenal dengan AIMRaD atau dalam bahasa Indonesia terdiri dari Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil, dan Pembahasan. Namun demikian, dalam pedoman ini, kami akan menyusunnya
berdasarkan manuskrip yang disampaikan ke pengelola jurnal. Berdasarkan manuskrip yang masuk, pihak pengelola jurnal akan menyusunnya sesuai dengan format standar di atas. Manuskrip terdiri dari 4 bagian yang terdiri atas: 1) Halaman Judul, 2) Abstrak, 3) Teks, dan 4) Daftar Pustaka. Ke empat bagian ini ditulis secara berurutan dan setiap bagian dimulai dengan halaman baru. Selain empat bagian ini ada halaman lampiran yang berisi tabel dan grafik pada artikel yang mempunyai tabel dan grafik seperti umumnya pada penelitian kuantitatif. Secara rinci ke empat bagian ini dijelaskan di bawah ini.

2.1. Halaman Judul
Lembaran pertama dari manuskrip adalah halaman judul. Pada bagian ini ditulis judul artikel, nama para penulis, asal instansi atau tempat kerja penulis (saat karya tulis ini dilakukan), dan alamat korespondensi. Alamat korespondensi ini dibutuhkan oleh Dewan Redaksi untuk menghubungi penulis terkait dengan penerbitan artikel tersebut. Alamat penulis yang menjadi korespondensi ini biasanya dimuat lengkap termasuk nomor telepon rumah, kantor dan alamat email. Apabila penulis lebih dari satu orang maka alamat korespondensi ini hanya diwakili oleh satu orang saja, bisa penulis utama atau yang lainnya.
Judul artikel dibuat singkat dan jelas. Umumnya diberi batasan sampai 15 kata. Judul seharusnya tidak lagi menggunakan kata seperti analisis, studi, atau tinjauan. Sebaiknya sudah merupakan suatu pernyataan dari peneliti tentang apa yang telah diperoleh dari penelitian yang dilakukan. Dari judul yang diberikan sudah dapat ditangkap apa yang dilakukan dalam penelitian itu atau informasi yang akan diperoleh dari artikel tersebut. Hindari penggunaan tahun dan lokasi yang terlalu panjang pada judul. Beberapa contoh judul artikel dalam jurnal ilmiah seperti:
Dampak liberalisasi perdagangan terhadap penerimaan pajak dan tingkat kesejahteraan di Indonesia.
Perbandingan efektifitas Adapalene 0,1% Gel dan Isotretinoin 0,05% Gel yang dinilai dengan gambaran klinis serta profil interleukin-1 pada Acne Vulgaris.
Beberapa tingkah laku induk betina lobster mutiara (Panulirus ornatus) pada periode perkembangan embrio.
Semua nama peneliti yang memberi kontribusi yang signifikan dalam penelitian harus dicantumkan. Untuk artikel jurnal yang berasal dari skripsi, tesis, atau disertasi, umumnya terdiri dari mahasiswa sebagai penulis pertama, diikuti dengan Pembimbing pertama dan Pembimbing kedua. Anggota lainnya yang turut berkontribusi secara signifikan dapat dimasukkan sebagai penulis ke empat, dan seterusnya. Secara umum, sebagai aturan yang disepakati oleh para peneliti, penulis pertama adalah orang yang berkontribusi minimal 60% dari seluruh total kegiatan dari lahirnya tulisan artikel jurnal tersebut.
Di bawah susunan tim peneliti dicantumkan instansi/tempat kerja dari setiap penulis. Tempat kerja ini bisa lebih dari satu, sepanjang peneliti tersebut memang melahirkan hasil karya tersebut dari lebih dari satu tempat yang berbeda. Misalnya pada saat pengambilan data dia bertugas di instansi pemerintah misalnya Dinas Pertanian, sedangkan saat menyusun artikel tersebut dia sudah bertugas di institusi pendidikan misalnya Sekolah Tinggi Ilmu Managemen. Untuk penulisan alamat korespondensi, cantumkan alamat yang jelas termasuk no telepon atau HP dari mahasiswa. Alamat ini sangat diperlukan agar penulis pertama bisa dikontak bila ada sesuatu yang perlu diklarifikasi dari artikel yang telah dibuatnya. Dapat juga memilih penulis lainnya yang nantinya bisa menjawab bila ada pertanyaan atau ada permintaan yang harus dirubah dari artikel tersebut bila akan diterbitkan. Sebaiknya, dipilih mereka yang memang menyiapkan waktu untuk itu, oleh karena biasanya permintaan dari Dewan Redaksi harus dijawab dalam waktu yang singkat. Untuk keseluruhan contoh dari Halaman Judul ini, dapat dilihat pada contoh yang dilampirkan.
http://sekujangamisticalculture.blogspot.com/2012/10/800x600-normal-0-false-false-false-en.html
http://sekujangamisticalculture.blogspot.com/2012/10/800x600-normal-0-false-false-false-en_18.html